Senin, 10 November 2014

SOFTSKILL_SENI_ONDEL-ONDEL & JAIPONG



NAMA                       : BAGAS SETIAWAN
NPM / KELAS          : 41213599 / 2DA02

Ondel-ondel merupakan salah satu kebudayaan dari Betawi, saat kota Jakarta berulang tahun sosok yang satu ini tidak akan pernah ketinggalan, bentuk yang unik dan berwarna warni membuat acara tersebut semakin meriah, ondel-ondel bisa di bilang sebagai maskotnya kota Jakarta,yang mayoritas penduduknya suku Betawi, meskipun perkembangan jaman yang sudah serba canggih sosok ini tidak akan pernah lekang oleh jaman, setiap orang selalu menunggu kehadirannya.

Ondel-ondel ini terbuat dari kertas dengan ukuran tingginya sekitar dua setengah meter, dengan diameter garis tengah delapan puluh centimeter, bentuknya yang berwarna warni dan selalu berpasangan, kerangka ondel-ondel ini terbuat dari anyaman bambu sehingga mudah untuk di pikul, bagian kepalanya buiat topeng sedangkan rambutnya terbuat dari ijuk atau yang biasa untuk membuat sapu, ijuk dibalut dengan kertas berwarna warni sehingga mirip dengan rambut.

Bukan hanya kota jakarta saja yang mempunyai sejarah akan tetapi ondel-ondel ini juga mempunyai sejarah, ondel-ondel ini sudah ada sejak jaman pejajahan, pada jaman dulu ondel-ondel sering di gunakan sebagai penolak bala, tujuannya adalah agar roh-roh halus yang bergentayangan sering mengganggu manusia bisa diusir, bentuk wajah yang menyeram dan matanya yang melotot dipercaya mampu untuk mengusir roh-roh halus,selain itu ondel-ondel juga berfungsi sebagai pengusir wabah di suatu desa.

Tetapi pada jaman pemerintahan Gubernur Ali Sadikin pada tahun 1966-1977 ondel-ondel mulai diangkat sebagai kesenian rakyat, akan tetapi penampilan sosok ini belum menarik seperti sekarang, sebelumnya ondel-ondel ini mirip dengan orang-orangan sawah sangat menyeramkan, namun oleh Ali Sadikin sedikit demi sedikit tampilan ondel-ondel ini mulai di permak hingga penampilannya m
enarik hingga saat ini.

Ondel-ondel juga sering di iringi dengan musik gambang kromong yaitu kesenian musik khas Betawi yang dimainkannya secara berkelompok, selain ondel-ondel musik ini juga sering mengiringi pertunjukan lenong betawi, inilah sejarah ondel-ondel dari Betawi, sekian dulu ya sob

Tari jaipong adalah seni tari yang lahir dari kreativitas seorang seniman asal Bandung, Gugum Gumbira. Ia terinspirasi pada kesenian rakyat yang salah satunya adalah Ketuk Tilu menjadikannya mengetahui dan mengenal betul perbendaharan pola-pola gerak tari tradisi yang ada pada Kliningan atau Bajidoran atau Ketuk Tilu. Sehingga ia dapat mengembangkan tarian atau kesenian yang kini di kenal dengan nama Jaipongan.

SEJARAH TARI JAIPONG
Karya Jaipongan pertama yang mulai dikenal oleh masyarakat adalah tari “Daun Pulus Keser Bojong” dan “Rendeng Bojong” yang keduanya merupakan jenis tari putri dan tari berpasangan (putra dan putri). Awal kemunculan tarian tersebut semula dianggap sebagai gerakan yang erotis dan vulgar, namun semakin lama tari ini semakin popular dan mulai meningkat frekuensi pertunjukkannya baik di media televisi, hajatan, maupun perayaan-perayaan yang disenggelarakan oleh pemerintah atau oleh pihak swasta.

C. PERKEMBANGAN TARI JAIPONG
Dari tari Jaipong ini mulai lahir beberapa penari Jaipongan yang handal seperti Tati Saleh, Yeti Mamat, Eli Somali, dan Pepen Dedi Kirniadi. Kehadiran tari Jaipongan memberikan kontribusi yang cukup besar terhadap para pencinta seni tari untuk lebih aktif lagi menggali jenis tarian rakyat yang sebelumnya kurang di perhatikan. Dengan munculnya tari Jaipongan ini mulai banyak yang membuat kursus-kursus tari Jaipongan, dan banyak dimanfaatkan oleh para pengusaha untuk pemikat tamu undangan.
Di Subang Jaipongan gaya “Kaleran” memiliki ciri khas yakni keceriaan, erotis, humoris, semangat, spontanitas, dan kesederhanaan. Hal itu tercermin dalam pola penyajian tari pada pertunjukannya, ada yang diberi pola (Ibing Pola) seperti pada seni Jaipongan yang ada di Bandung, juga ada pula tarian yang tidak dipola (Ibing Saka), misalnya pada seni Jaipongan Subang dan Karawang. Istilah ini dapat kita temui pada Jaipongan gaya kaleran, terutama di daerah Subang.

Tari Jaipongan pada saat ini bisa disebut sebagai salah satu tarian khas Jawa Barat, terlihat pada acara-acara penting kedatangan tamu-tamu dari Negara asing yang datang ke Jawa Barat, selalu di sambut dengan pertunjukkan tari Jaipongan. Tari Jaipongan ini banyak mempengaruhi pada kesenian-kesenian lainnya yang ada di Jawa Barat, baik pada seni pertunjukkan wayang, degung, genjring dan lainnya yang bahkan telah dikolaborasikan dengan Dangdut Modern oleh Mr. Nur dan Leni hingga menjadi kesenian Pong-Dut.

Referensi


Tidak ada komentar:

Posting Komentar